Loading...

ATiM 2026 Soroti Etika “Care” dan Tantangan Global dalam Moderasi Komunitas Online

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kompleksitas interaksi digital, peran moderator komunitas online kini menjadi lebih krusial daripada sebelumnya. 

Menanggapi tantangan ini, konferensi tahunan All Things in Moderation (ATiM) 2026 yang terselenggara pada bulan Juni lalu membahasnya secara komprehensif.

Sebagai satu-satunya pertemuan global yang didedikasikan sepenuhnya bagi para praktisi di balik layar dalam pengelolaan ruang online, ajang ini berupaya membedah “mesin” utama yang menciptakan keamanan di internet.

Tema yang diusung pada tahun 2026 adalah “CARE” (Kepedulian)

Penyelenggara menegaskan bahwa moderasi bukan sekadar pekerjaan teknis untuk menghapus konten atau menegakkan aturan hukum, melainkan bentuk pekerjaan kepedulian yang mendalam (care work). 

Pekerjaan ini melibatkan upaya melindungi pengguna, menetapkan batasan perilaku yang sehat, merespons berbagai bentuk bahaya, sekaligus menjaga keberlangsungan partisipasi komunitas di tengah tuntutan platform dan risiko kepatuhan.

Sepanjang konferensi, para peserta mengeksplorasi bagaimana ide-ide tentang kepedulian ini bergerak dan terkadang berbenturan dengan kebijakan platform, desain produk, dan beban kerja nyata para moderator di lapangan.

Menjaga keamanan dan keberlangsungan komunitas online. 

Baca Juga: Coach Foundation: Hadirkan Solusi Global Lewat Pendekatan Komunitas

Untuk memastikan kesetaraan akses bagi kontributor dan peserta dari seluruh penjuru dunia, ATiM 2026 dilaksanakan sepenuhnya secara daring (online)

Mengingat sifat industri ini yang tidak mengenal batas geografis, sesi-sesi dalam konferensi ini tersedia baik secara langsung (live) maupun melalui rekaman (on-demand), sehingga memungkinkan peserta dari berbagai zona waktu untuk tetap mendapatkan wawasan yang relevan.

ATiM 2026 menawarkan rangkaian agenda yang sangat beragam, mencakup isu-isu teknis hingga dampak psikologis dari pekerjaan moderasi:

  • Keamanan Komunitas dari Dalam: Dr. KáLyn (Kay) Coghill dari Blacksky membawakan sesi “Moderation for the People”, yang membahas pembangunan keamanan komunitas melalui desain yang disengaja daripada sekadar reaksi terhadap penurunan kualitas konten.
  • Kesehatan Mental Moderator: Serena Snoad memimpin sesi kritis bertajuk “Circles of Care for Moderators”, yang membedah garis tipis antara “peduli” (caring) dan “terbebani” (carrying) bagi para pekerja garis depan.
  • Dunia AI dan Gender: Silvia A. Carretta mempresentasikan perspektif komparatif antara Uni Eropa dan Kolombia terkait kekerasan berbasis gender digital serta penggunaan perangkat AI dalam moderasi konten.
  • Visibilitas Zona Perang: Tom Divon membahas bagaimana ketiadaan tata kelola sering kali menjadi ruang perlawanan, dengan studi kasus tentang visibilitas zona perang di Palestina dan Ukraina.
  • Humor dalam Moderasi: Dan de Sousa berbagi strategi untuk menghadapi digital hecklers dengan menemukan sisi komedi dalam pekerjaan moderasi.

Konferensi tahunan ini dikelola oleh pakar industri, Venessa Paech, bersama Australian Community Managers, yang mengumpulkan profil-profil luar biasa dari berbagai institusi, seperti Ariel Bogle (The Guardian), peneliti dari Oxford dan University of Melbourne, hingga spesialis dari Integrity Institute

Konferensi ditutup dengan diskusi meja bundar bertajuk “Reclaiming the Future of Community Management” yang menghadirkan veteran industri seperti Kirsten Wagenaar, Bill Johnston, dan Carrie Melissa Jones untuk merumuskan arah baru bagi profesi pengelola komunitas yang berlandaskan pada agensi dan tujuan yang jelas untuk masa depan digital.

Source: All Things in Moderation 


Written by: Balqis Annisa | Image by: Ahmad Rifqy

Share