Loading...

Coach Foundation: Hadirkan Solusi Global Lewat Pendekatan Komunitas

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan pergeseran drastis dunia kerja, model bantuan pendidikan konvensional mulai dipertanyakan efektivitasnya. 

Menanggapi hal tersebut, The Coach Foundation melalui inisiatif unggulannya, “Dream It Real”, melakukan terobosan dengan mengalihkan fokus dari sekadar pemberi dana menjadi pembangun ekosistem komunitas yang holistik.

Awalnya dikenal sebagai program beasiswa konvensional, inisiatif ini kini berevolusi untuk memberikan “keberanian untuk menjadi nyata” (Courage to Be Real) bagi generasi muda dan memberikan dukungan mendalam yang melampaui sekadar bantuan finansial.

Inti dari transformasi ini adalah perubahan paradigma dari dukungan yang bersifat “transaksional” menuju model “relasional”. 

Coach Foundation menyadari bahwa akses finansial hanyalah pintu masuk, namun koneksi manusialah yang memastikan seseorang tetap bertahan di dalam ruangan tersebut. 

Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini mengintegrasikan bantuan keuangan dengan bimbingan karir, dukungan kesehatan mental, hingga keterlibatan langsung lebih dari 250 karyawan Coach dan Tapestry sebagai mentor.

Program ini dipimpin langsung oleh para eksekutif Coach, termasuk Todd Kahn dan Julia Furnari yang bekerja sama dengan mitra nirlaba seperti The Opportunity Network dan Bottom Line untuk membangun jaring pengaman yang memastikan tidak ada mahasiswa yang merasa berjuang sendirian.

Strategi ini dirancang untuk menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat di antara sesama penerima manfaat terutama bagi perempuan.

Baca Juga: Her Moves: Membangun Ekosistem dari Kekuatan Komunitas

Hal ini krusial mengingat target utama program ini adalah generasi Z usia 18-24 tahun, di mana 95% dari mereka merupakan mahasiswa generasi pertama dalam keluarga atau mereka yang tidak memiliki jejaring pengaman finansial sama sekali. 

Generasi Z saat ini harus menghadapi tantangan berlapis, mulai dari lonjakan biaya hidup, krisis kesehatan mental, isolasi sosial, hingga ancaman disrupsi pekerjaan akibat evolusi AI. 

Komunitas hadir sebagai navigasi agar mereka memiliki fleksibilitas dan kepercayaan diri dalam menghadapi ketidakpastian tersebut.

Fleksibilitas ini juga tercermin dari skala operasionalnya yang global namun tetap peka terhadap isu lokal. 

Di Jepang, komunitas Dream It Real membantu siswa menembus ketatnya ujian masuk, sementara di Inggris, fokus diarahkan pada mitigasi biaya hidup yang mencekik.

Pendekatan berbasis komunitas yang dimulai sejak 2018 ini telah membuktikan efektivitasnya secara empiris. 

Data internal menunjukkan bahwa 99% mahasiswa Dream It Real tetap berada di jalur yang tepat untuk lulus, angka yang secara signifikan melampaui rata-rata nasional.

Keberhasilan ini akan mencapai tonggak sejarah penting pada tahun 2025, saat kohort pertama mahasiswa Dream It Real di Amerika Serikat merayakan kelulusan mereka. 

Melalui adaptasi yang terus dilakukan bersama Youth Advisory Council, Coach Foundation membuktikan bahwa ketika komunitas bergerak, impian yang paling nyata pun dapat diraih oleh mereka yang sebelumnya merasa tak memiliki peluang.

Source: Instagram Impact


Written by: Balqis Annisa | Image by: Ahmad Rifqy

Share